KETIK, JAKARTA – Saat membuat roti tentu kita mengenal istilah proofing. Istilah ini merujuk pada proses fermentasi dan pengembangan adonan roti sebelum dipanggang.
Proofing memegang peranan yang cukup krusial dalam memastikan roti yang dibuat bisa mengembang maksimal.
Lebih lanjut, jika proses ini salah dilakukan, roti yang dibuat tidak akan memiliki rasa dan tekstur yang enak. Tujuan dari proofing adalah untuk mengembangkan gluten yang terdapat dalam adonan roti.
Gluten adalah protein yang memberikan tekstur dan elastisitas pada roti. Selama proses proofing, gluten akan merenggang dan mengembang, sehingga membuat adonan roti menjadi lebih elastis dan mudah dibentuk.
Dalam melakukan proofing, banyak hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah suhu. Suhu yang pas akan membuat proses proofing akan berjalan dengan maksimal. Suhu yang pas berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius.
Namun selain suhu tentu saja ada faktor lain yang menentukan proses ini seperti kelembapan udara dan jenis roti yang dibuat. Berikut ini kami berikan tips melakukan proofing yang benar, simak ulasannya.
1. Pakai wadah yang besar
Seperti yang disebutkan sebelumnya proofing adalah proses pengembangan roti, oleh sebab itu kita memerlukan wadah yang besar agar memberikan ruang bagi roti supaya bisa mengembang maksimal. Karena jika wadah terlalu kecil adonan akan menekan wadah dan menghambat pengembangannya.
2. Jangan lupa menutup adonan
Saat melakukan proses proofing jangan lupa untuk menutup adonan untuk menjaga kelembapannya. Hal ini snagat penting karena kelembapan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses proofing.
Karena jika roti terlalu kering akan sukit untuk mengembang. Kelembapan proofing adalah sekitar 70 sampai 80% kelembapan.
Proses Proofing. (Foto: Pexels)
3. Proses proofing jangan terlalu lama
Dalam melakukan proofing waktu juga merupakan hal yang penting. Jangan sampai melakukan proofing dalam waktu yang terlalu lama atau biasa disebut Overproofed dough. Overproofed dough adalah kondisi adonan roti yang telah mengembang terlalu lama sehingga menjadi keras dan padat.
Untuk mengetahui apakah proses proofing sudah cukup adalah dengan menguji dengan tekan adonan roti dengan lembut menggunakan jari kamu. Jika adonan roti kembali dengan lambat, itu berarti adonan roti sudah siap untuk dipanggang.(*)