KETIK, SURABAYA – Jelang Pemilihan umum (Pemilu) serentak 2024, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Imam Sugianto memetakan daerah rawan ricuh yang terjadi di Jawa Timur. Daerah Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep serta Kota Pasuruan menjadi perhatian tersendiri.
Pemetaan ini dilakukan Polda Jatim setelah pada tahun 2019 lalu kawasan ini rawan terjadi kericuhan. Beberapa kerawanan yang dimaksud antara lain, netralitas penyelenggara, pengaruh tokoh hingga fanatik yang berlebihan.
"Oleh karena itu maka kami menambah jumlah personel di daerah rawan," ujar Imam, Selasa (13/2/2024).
Petugas pengiriman logistik mengangkut logistik dari Gor Pancasila, Surabaya, Selasa (13/2/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)
Dengan kondisi ini maka Polda Jatim akan menambahkan sebanyak delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK). Untuk diketahui, satu SSK berisi sebanyak 100 personel.
"Delapan SSK TNI - Polri ditempatkan di Pamekasan dan Sampang bisa menempatkan di daerah satu TPS dua polisi dan dua linmas," terang Imam.
Tak hanya delapan SSK, Imam juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memberangkatkan 1.013 personel pengamanan Pemilu pada Minggu (11/2/2024) lalu.
Para personel ini akan bertugas memperkuat pengamanan di daerah maupun TPS yang memiliki potensi rawan kerusuhan saat tahapan pemungutan hingga penghitungan suara. "Nanti personel personel ini akan ditempatkan di TPS-TPS yang membutuhkan penebalan," kata dia. (*)